Di dunia K3, kita sering mendengar istilah Higiene Industri (Industrial Hygiene). Namun, banyak yang salah mengira ini adalah petugas kebersihan (cleaning service) atau dokter perusahaan.
Padahal, ini adalah profesi spesialis yang sangat bergengsi dan bayarannya mahal.
Jika Safety Officer bertugas mencegah kecelakaan yang terlihat (seperti jatuh atau terpotong), maka Ahli Higiene Industri bertugas melawan Musuh Tak Kasat Mata.
Suara bising mesin yang pelan-pelan bikin tuli, debu yang mengendap di paru-paru, atau uap kimia yang memicu kanker 10 tahun kemudian. Itulah ranah kerja mereka.
Pengertian dan Metode Kerja
Secara sederhana, Higiene Industri adalah ilmu untuk melindungi kesehatan pekerja dari bahaya lingkungan kerja agar tidak terkena Penyakit Akibat Kerja (PAK).
Mereka bekerja dengan metode ilmiah yang disebut AREC:
- Antisipasi: Memprediksi bahaya kesehatan sebelum pabrik dibangun.
- Rekognisi: Mengenali bahaya (Fisika, Kimia, Biologi, Ergonomi) di area kerja.
- Evaluasi: Mengukur dengan alat canggih (seperti Noise Dosimeter atau Gas Detector) lalu membandingkannya dengan standar NAB (Nilai Ambang Batas) sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2018.
- Control: Melakukan pengendalian teknis agar pekerja aman.
3 Jenjang Profesi (HIMU)
Sertifikasi kompetensi untuk profesi ini dikeluarkan oleh BNSP dan dibagi menjadi 3 level, atau sering disingkat HIMU:
- HIMU Muda (Junior):
- Level pelaksana teknis. Tugasnya melakukan pengukuran/sampling di lapangan menggunakan alat ukur.
- Cocok untuk Fresh Graduate atau teknisi K3.
- HIMU Madya (Intermediate):
- Level analis. Tugasnya menganalisa hasil ukur, apakah melebihi ambang batas atau tidak? Lalu menyusun laporannya.
- HIMU Utama (Senior):
- Level manajer/ahli strategi. Tugasnya merancang program pengendalian (rekayasa engineering atau ventilasi) agar bahaya hilang total dari tempat kerja.
Kenapa Profesi Ini Dicari?
Perusahaan tambang, migas, dan manufaktur multinasional sangat takut dituntut oleh karyawan yang terkena penyakit kronis (seperti Tuli atau Kanker Paru).
Mereka berani membayar mahal seorang Ahli Higiene Industri untuk mencegah hal itu terjadi. Karena itulah, sertifikasi ini dianggap sebagai sertifikasi Sultan di dunia K3 karena kelangkaannya.
Kesimpulan
Menjadi Industrial Hygienist adalah langkah karir cerdas untuk upgrade dari sekadar Safety Officer biasa menjadi Spesialis.
Anda tidak hanya menyelamatkan nyawa dari kecelakaan hari ini, tapi menyelamatkan masa tua rekan kerja Anda dari penyakit mematikan.
Ingin mendalami ilmu mahal ini?
Hubungi Sertifikasi Indonesia dan Veritrust Academy sekarang. Kami membuka kelas pembinaan dan sertifikasi Higiene Industri (Muda, Madya, Utama) lisensi BNSP. Belajar langsung cara menggunakan alat ukur dari praktisi senior.
Baca juga: Sertifikasi PPPA & Limbah B3: Syarat, Tugas, dan Sanksi

