Di setiap industri yang menghasilkan air limbah, terdapat sebuah instalasi vital yang menjadi garda terdepan perlindungan lingkungan: IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Namun, secanggih apapun teknologi sebuah IPAL, ia tidak akan berfungsi optimal tanpa keahlian operator di baliknya.
Di sinilah peran profesional dengan sertifikasi POPAL menjadi sangat krusial. Bagi Anda yang tertarik berkarir di bidang teknis lingkungan atau sedang bekerja sebagai operator, memahami sertifikasi ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kompetensi dan nilai jual Anda.

Pengertian: Apa Itu Sertifikasi POPAL?
POPAL adalah singkatan dari Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah. Sesuai namanya, ini adalah sertifikasi kompetensi yang ditujukan bagi para operator atau pelaksana teknis yang bertanggung jawab atas operasional harian IPAL.
Sertifikasi ini dikeluarkan secara resmi oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seorang operator IPAL memiliki pengetahuan teknis dan keterampilan yang memadai untuk menjalankan instalasi pengolahan limbah secara efektif, efisien, dan sesuai dengan prosedur keselamatan.
Peran Vital Operator IPAL di Industri
Seorang POPAL adalah “jantung” dari sistem pengelolaan air limbah. Tanpa mereka, sistem yang mahal bisa rusak atau gagal beroperasi, yang berakibat pada pencemaran lingkungan dan sanksi hukum bagi perusahaan. Mereka adalah para eksekutor di lapangan yang memastikan teori dan perencanaan berjalan sebagaimana mestinya.
Tugas Utama Seorang Operator IPAL Bersertifikat
Kompetensi yang diujikan dalam sertifikasi POPAL mencerminkan tugas-tugas harian mereka, yang meliputi:
- Mengoperasikan Unit IPAL: Menjalankan dan menghentikan peralatan pengolahan limbah sesuai Standard Operating Procedure (SOP).
- Melakukan Perawatan Rutin: Melaksanakan perawatan dasar pada pompa, blower, dan peralatan lainnya untuk mencegah kerusakan.
- Melakukan Pengambilan Sampel (Sampling): Mengambil sampel air limbah di titik-titik yang telah ditentukan untuk dianalisis di laboratorium.
- Mencatat Data Operasional: Mengisi logbook atau catatan harian mengenai parameter kunci operasional IPAL, seperti pH, debit, dan penggunaan bahan kimia.
- Mengidentifikasi Masalah Dasar: Mampu mengenali tanda-tanda awal adanya masalah pada proses pengolahan dan melaporkannya kepada atasan.
Perbedaannya dengan PPPA
Seringkali POPAL disamakan dengan PPPA. Padahal keduanya berbeda. Jika POPAL adalah operator teknis di lapangan, maka PPPA (Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air) adalah atasannya yang berperan sebagai manajer atau supervisor. Anda bisa membaca perbedaan lengkap PPPA dan POPAL di artikel kami yang lain.
Kesimpulan
Sertifikasi POPAL adalah validasi resmi atas keahlian teknis seorang operator IPAL. Bagi perusahaan, memiliki operator bersertifikat adalah jaminan bahwa aset vital mereka (IPAL) dioperasikan dengan benar dan aman. Bagi individu, ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk membangun karir yang solid sebagai seorang ahli di bidang pengelolaan air limbah.
Tertarik untuk mengambil langkah pertama sebagai Operator IPAL profesional? Hubungi kami di Sertifikasi Indonesia & veritrust.id untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai jadwal pelatihan dan proses sertifikasi POPAL.
Baca juga: Langkah-Langkah Mendapatkan Sertifikasi PLB3 yang Diakui BNSP