Site icon Sertifikasi Indonesia

Bahaya Dehidrasi Bagi Keselamatan Kerja

Bekerja di lingkungan panas atau di bawah terik matahari sudah menjadi makanan sehari-hari bagi banyak pekerja di Indonesia. Namun, ada satu musuh tak kasat mata yang sering diabaikan: Dehidrasi.

Banyak pekerja menganggap rasa haus sebagai hal biasa. Nanti juga hilang kalau minum, pikir mereka.

Padahal, dalam dunia K3, dehidrasi adalah kondisi medis serius. Kekurangan cairan bukan hanya membuat lemas, tapi bisa menurunkan fungsi otak, menghilangkan fokus, dan menjadi pemicu utama kecelakaan kerja.

Artikel ini akan membahas mengapa menyepelekan rasa haus bisa membahayakan nyawa Anda di tempat kerja.

Dampak Fatal Dehidrasi pada Keselamatan

Saat tubuh kekurangan cairan, suplai oksigen ke otak berkurang. Dampaknya sangat nyata bagi keselamatan operasional:

  1. Hilangnya Konsentrasi (Micro-Sleep) Dehidrasi ringan saja (kurang 1-2% cairan tubuh) sudah cukup untuk menurunkan kewaspadaan. Bagi operator alat berat atau pengemudi, hilang fokus sekian detik bisa berakibat fatal.
  2. Kelelahan Fisik (Fatigue) Otot yang kering akan cepat lelah dan kram. Ini meningkatkan risiko terpeleset atau jatuh, terutama bagi mereka yang bekerja di ketinggian atau mengangkat beban berat.
  3. Pingsan Mendadak (Syncope) Dalam kondisi panas ekstrem (Heat Stress), dehidrasi bisa menyebabkan pekerja pingsan mendadak saat mengoperasikan mesin. Ini sangat berbahaya jika terjadi di area berisiko tinggi.

Kenali Tanda Tubuh Kurang Cairan

Jangan menunggu sangat haus baru minum, karena itu tandanya Anda sudah dehidrasi. Perhatikan sinyal berikut:

Tips Pencegahan di Lapangan

Sebagai langkah K3 sederhana namun vital, lakukan hal ini:

  1. Minum Berkala: Jangan tunggu haus. Minumlah sedikit demi sedikit setiap 20 menit.
  2. Hindari Kafein Berlebih: Kopi dan teh bersifat diuretik (bikin sering pipis), yang justru mempercepat keluarnya cairan.
  3. Cek Warna Urin: Biasakan memantau warna urin sendiri saat ke toilet.
  4. Sediakan Air Layak: Manajemen wajib menyediakan air minum yang mudah diakses pekerja.

Kesimpulan

Pekerja yang sehat dan terhidrasi adalah kunci keselamatan. Jangan biarkan kurang minum menjadi penyebab kecelakaan yang merugikan diri sendiri dan perusahaan. Ingat, keselamatan bermula dari tubuh yang bugar.

Ingin meningkatkan standar kesehatan kerja (Occupational Health) di perusahaan Anda? Hubungi kami di Sertifikasi Indonesia untuk solusi pelatihan K3 yang lengkap.

Baca juga: Tahapan Lengkap Audit SMK3: Proses Menuju Sertifikasi Bendera

Exit mobile version