Di dunia profesional, terutama di industri manufaktur, migas, atau konstruksi, Anda pasti sering melihat dua singkatan ini digunakan bergantian: HSE dan SHE. Sekilas, keduanya tampak identik, hanya berbeda urutan huruf. Hal ini sering menimbulkan pertanyaan: Apa sebenarnya perbedaan HSE dan SHE?
Apakah ada makna filosofis yang mendalam di balik urutan tersebut, atau keduanya hanyalah istilah yang sama? Artikel ini akan mengupas tuntas kebingungan terminologi yang sangat umum di dunia K3 ini.

Membongkar Singkatan: Apa Itu HSE dan SHE?
Pertama, mari kita bedah kepanjangan dari masing-masing istilah:
- HSE adalah singkatan dari Health (Kesehatan), Safety (Keselamatan), and Environment (Lingkungan).
- SHE adalah singkatan dari Safety (Keselamatan), Health (Kesehatan), and Environment (Lingkungan).
Seperti yang Anda lihat, kedua istilah ini terdiri dari tiga komponen yang persis sama:
- Safety (Keselamatan): Berfokus pada pencegahan kecelakaan kerja, insiden, dan cedera fisik yang bersifat akut (terjadi seketika).
- Health (Kesehatan): Berfokus pada pencegahan penyakit akibat kerja (PAK) yang bersifat kronis (muncul dalam jangka panjang), seperti masalah pendengaran, pernapasan, atau ergonomi.
- Environment (Lingkungan): Berfokus pada pencegahan dampak negatif operasi perusahaan terhadap lingkungan, seperti pengelolaan limbah, pengendalian pencemaran udara, dan efisiensi energi.
Jadi, Apa Perbedaannya? (Spoiler: Tidak Ada)
Secara fundamental, fungsional, dan cakupan pekerjaan, TIDAK ADA PERBEDAAN antara HSE dan SHE. Keduanya adalah istilah internasional yang merujuk pada departemen atau fungsi yang mengelola isu Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan secara terintegrasi.
Lalu, mengapa ada dua istilah? Perbedaan ini murni soal preferensi, filosofi, atau branding perusahaan:
- Perusahaan yang menggunakan HSE (Health First): Mereka ingin memberi penekanan lebih pada aspek “Kesehatan” (Health) yang seringkali terabaikan. Mereka menempatkan kesehatan (baik fisik maupun mental) sebagai prioritas utama.
- Perusahaan yang menggunakan SHE (Safety First): Ini adalah urutan yang lebih tradisional. Mereka ingin memberi penekanan bahwa “Keselamatan” (pencegahan kecelakaan fisik) adalah prioritas nomor satu yang paling mendesak.
Pada praktiknya, seorang profesional HSE dan profesional SHE memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama persis.
Bagaimana Hubungannya dengan K3?
Nah, di sinilah letak perbedaan yang sebenarnya. Jika HSE dan SHE adalah istilah internasional, Indonesia memiliki istilah hukumnya sendiri, yaitu K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
- K3: Sesuai namanya, K3 (berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970) secara tradisional hanya berfokus pada dua aspek: Keselamatan (Safety) dan Kesehatan (Health).
- HSE/SHE: Adalah konsep yang lebih modern dan lebih luas karena secara eksplisit memasukkan aspek Lingkungan (Environment) ke dalamnya.
Di Indonesia saat ini, banyak perusahaan mengadopsi istilah HSE atau SHE (bukan hanya K3) untuk menunjukkan bahwa mereka tidak hanya patuh pada regulasi keselamatan pekerja, tetapi juga memiliki komitmen global terhadap standar lingkungan.
Kesimpulan: Mana yang Harus Digunakan?
HSE dan SHE pada dasarnya adalah hal yang sama. Perbedaan HSE dan SHE hanya terletak pada penekanan filosofis, bukan pada fungsi.
- Jika Anda bekerja di perusahaan yang menggunakan istilah HSE, gunakanlah HSE.
- Jika Anda melamar ke perusahaan yang menulis SHE, gunakanlah SHE di CV Anda.
Yang terpenting bukanlah urutan hurufnya, melainkan kompetensi Anda dalam mengelola ketiga aspek tersebut. Keterampilan ini adalah fondasi yang diajarkan dalam program sertifikasi profesional seperti Pelatihan Ahli K3 Umum.
Masih bingung menentukan jalur karir Anda di dunia K3, HSE, atau SHE? Hubungi kami di Sertifikasi Indonesia untuk mendapatkan panduan dan informasi pelatihan yang paling tepat.
Baca juga: Tempat Kerja Kacau? Coba 5R untuk Produktivitas & Keselamatan Maksimal

