Site icon Sertifikasi Indonesia

Investigasi Kecelakaan Kerja: Bukan Cari Salah, Tapi Cari Akar Masalah

Ketika terjadi kecelakaan kerja di perusahaan, apa reaksi pertama manajemen? Apakah langsung bertanya Siapa yang salah? atau Kenapa ini bisa terjadi?

Perbedaan pertanyaan di atas sangat menentukan budaya keselamatan (Safety Culture) di tempat kerja.

Investigasi Kecelakaan Kerja seringkali dianggap momok karena identik dengan mencari kambing hitam. Padahal, tujuan utamanya justru untuk menyelamatkan nyawa di masa depan. Tanpa investigasi yang benar, kecelakaan yang sama pasti akan terulang kembali.

Artikel ini akan membahas mengapa investigasi itu wajib dan bagaimana langkah praktis melakukannya.

Mengapa Investigasi Wajib Dilakukan?

Banyak perusahaan yang malas melakukan investigasi mendalam dan hanya berhenti pada kesimpulan dangkal seperti “Pekerja kurang hati-hati”. Ini berbahaya.

Tujuan utama investigasi kecelakaan kerja adalah:

  1. Mencari Akar Masalah (Root Cause): Menemukan penyebab paling dasar (sistem/alat/prosedur), bukan sekadar kesalahan orang per orang.
  2. Mencegah Keberulangan (Recurrence): Memastikan kejadian serupa tidak pernah terjadi lagi menimpa pekerja lain.
  3. Pemenuhan Regulasi: Sesuai UU No. 1 Tahun 1970 dan aturan pelaporan BPJS Ketenagakerjaan.

Prinsip Utama: No Blame Culture

Seorang investigator K3 yang baik harus memegang prinsip: Fokus pada perbaikan sistem, bukan menghukum individu.

Jika investigasi hanya berujung pada pemecatan karyawan tanpa memperbaiki alat yang rusak atau prosedur yang salah, maka itu bukanlah investigasi, melainkan penghakiman.

Bagaimana Langkah Melakukannya?

Berikut adalah tahapan standar dalam melakukan investigasi kecelakaan yang efektif:

1. Amankan Lokasi (Secure the Scene)

Langkah pertama setelah menolong korban adalah mengamankan TKP (Tempat Kejadian Perkara). Pasang Safety Line dan pastikan tidak ada barang bukti yang dipindahkan atau diubah posisinya.

2. Kumpulkan Bukti (Gather Information)

Segera kumpulkan data sebelum hilang. Gunakan metode 4P:

3. Cari Akar Masalah (Analyze Root Cause)

Jangan berhenti di penyebab langsung. Gunakan metode 5 Whys (Bertanya “Kenapa” sebanyak 5 kali) atau Fishbone Diagram.

4. Rekomendasi Perbaikan

Berdasarkan analisis di atas, buatlah tindakan perbaikan. Bukan Hati-hati saat jalan, melainkan Buat jadwal maintenance rutin untuk alat atau mesin X.

Kesimpulan

Investigasi kecelakaan kerja adalah alat pembelajaran termahal bagi perusahaan. Jangan biarkan insiden berlalu tanpa pelajaran. Lakukan investigasi dengan objektif agar lingkungan kerja menjadi lebih aman bagi semua.

Ingin tim Anda menguasai teknik Investigasi Kecelakaan dan Root Cause Analysis (RCA) secara profesional? Hubungi Sertifikasi Indonesia untuk program pelatihan K3 terbaik.

Baca juga: Pengertian dan Perbedaan Insiden dengan Accident dalam K3

Exit mobile version