Dalam sistem pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) di sebuah perusahaan, ada banyak peran yang terlibat. Jika level manajerial bertugas untuk merencanakan dan mengawasi, maka ada satu peran yang menjadi ujung tombak di lapangan—merekalah yang berhadapan langsung dengan limbah setiap hari.
Untuk memastikan peran krusial ini dijalankan oleh personel yang kompeten, hadirlah Sertifikasi OPLB3. Bagi Anda yang bekerja sebagai teknisi atau operator di area produksi, gudang, atau fasilitas lingkungan, sertifikasi ini adalah bukti keahlian Anda.

Pengertian: Apa Itu Sertifikasi OPLB3?
OPLB3 adalah singkatan dari Operator Pengelolaan Limbah B3. Maka, Sertifikasi OPLB3 adalah proses sertifikasi kompetensi resmi yang ditujukan bagi para pelaksana teknis atau operator yang tugasnya menangani langsung limbah B3. Sama seperti sertifikasi profesi lainnya, sertifikasi ini juga dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Tujuannya adalah untuk memvalidasi bahwa seorang operator memiliki keterampilan praktis untuk menangani limbah B3 secara aman, benar, dan sesuai prosedur.
Peran Vital Operator OPLB3 di Lapangan
Seorang Operator OPLB3 adalah garda terdepan dalam mencegah terjadinya insiden lingkungan. Mereka adalah “mata dan tangan” perusahaan di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3. Kompetensi mereka sangat menentukan apakah sistem pengelolaan limbah B3 perusahaan berjalan sukses atau gagal di tingkat operasional.
Tugas -Tugas Utama Seorang Operator OPLB3
Berbeda dengan level manajerial yang fokus pada perencanaan, tugas seorang OPLB3 sangat bersifat teknis dan operasional harian. Kompetensi yang diujikan dalam sertifikasi mencerminkan tugas-tugas ini:
- Melakukan identifikasi awal dan pemilahan limbah B3.
- Melakukan pengemasan limbah B3 ke dalam wadah yang sesuai.
- Memasang label dan simbol pada kemasan limbah B3 dengan benar.
- Mengoperasikan fasilitas penyimpanan (TPS Limbah B3) sesuai SOP.
- Melakukan pencatatan harian (logbook) limbah yang masuk dan keluar TPS.
- Melaksanakan prosedur dasar tanggap darurat jika terjadi tumpahan skala kecil.
- Melaporkan setiap kerusakan atau ketidaksesuaian pada fasilitas kepada atasan.
Apa Bedanya Dengan PLB3?
Secara singkat, OPLB3 adalah “pelaksana” atau “eksekutor” di lapangan. Sementara itu, Sertifikasi PLB3 ditujukan untuk level “pengawas” atau manajerial yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengawasan, dan pelaporan sistem secara keseluruhan.
Kesimpulan
Sertifikasi OPLB3 adalah bukti kompetensi yang sangat penting bagi para teknisi dan operator yang menjadi tulang punggung pengelolaan limbah B3 di lapangan. Bagi perusahaan, memiliki operator bersertifikat adalah jaminan kepatuhan dan keamanan operasional. Bagi individu, sertifikat ini adalah fondasi untuk membangun karir yang solid di bidang K3 dan Lingkungan.
Ingin meningkatkan kompetensi Anda sebagai operator andal atau memastikan tim lapangan Anda tersertifikasi? Hubungi kami di Sertifikasi Indonesia & veritrust.id untuk informasi lengkap program pelatihan dan sertifikasi OPLB3.
Baca juga: Apa Itu Sertifikasi POPAL? Mengenal Peran dan Tugas Operator IPAL Profesional