Pernahkah Anda melihat kecelakaan kerja di mana korbannya langsung digotong beramai-ramai dengan tangan kosong? Faktanya, niat baik untuk segera menolong tersebut justru bisa berujung petaka jika dilakukan dengan cara yang salah.
Banyak orang awam tidak menyadari bahwa memindahkan korban trauma berat tanpa alat bantu medis bisa menyebabkan cedera seumur hidup. Bahkan, jika korban mengalami patah tulang belakang, evakuasi sembarangan bisa berujung pada kelumpuhan permanen. Oleh karena itu, penggunaan tandu (stretcher) adalah aturan mutlak dalam dunia Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Namun, tahukah Anda bahwa tandu medis memiliki banyak varian yang disesuaikan dengan kondisi medan dan luka korban? Agar tidak salah langkah, mari kita pelajari 7 jenis tandu P3K beserta fungsinya di lapangan!
Mengenal 7 Jenis Tandu P3K dan Fungsinya
Pertama-tama, tim tanggap darurat harus bisa menganalisis medan kejadian sebelum membawa alat evakuasi. Berikut adalah 7 varian tandu P3K yang paling sering digunakan:
1. Tandu Lipat (Folding Stretcher)
Pertama, ada tandu lipat yang merupakan tandu kanvas standar dengan dua tiang penyangga. Sesuai namanya, alat ini bisa dilipat menjadi sangat ringkas.
- Fungsi: Sangat efektif digunakan untuk mengevakuasi korban luka ringan di medan yang datar. Selain itu, tandu ini sangat ringan dan mudah disimpan di dalam kotak P3K dinding atau bagasi mobil operasional.
2. Tandu Scoop (Scoop Stretcher)
Kedua, tandu scoop yang terbuat dari aluminium dan desainnya bisa dibelah menjadi dua bagian (kiri dan kanan).
- Fungsi: Tandu ini dirancang khusus untuk korban yang dicurigai mengalami cedera tulang leher atau punggung. Dengan demikian, petugas medis bisa menyelipkan belahan tandu dari bawah tubuh korban tanpa harus mengangkat tubuhnya sama sekali.
3. Papan Tulang Belakang (Long Spine Board)
Selanjutnya, berbeda dengan yang lain, tandu ini berbentuk papan datar yang sangat keras dan padat.
- Fungsi: Alat ini adalah senjata utama untuk korban kecelakaan parah atau jatuh dari ketinggian. Papan ini akan menjaga postur korban tetap lurus. Bahkan, tandu ini bisa mengapung sehingga sering digunakan untuk penyelamatan di perairan.
4. Tandu Basket (Basket Stretcher)
Sementara itu, ada tandu basket yang berbentuk seperti keranjang tebal pelindung seluruh tubuh korban.
- Fungsi: Ini adalah tandu wajib untuk evakuasi di medan ekstrem. Sebagai contoh, alat ini digunakan jika korban harus ditarik dari jurang, diturunkan dari tower tinggi, atau dievakuasi menggunakan helikopter.
5. Tandu Kursi (Stair Chair Stretcher
Di sisi lain, mengevakuasi korban dari lantai gedung bertingkat melalui anak tangga darurat menggunakan tandu panjang tentu sangat menyulitkan.
- Fungsi: Oleh karena itu, tandu kursi diciptakan agar korban bisa dievakuasi dalam posisi duduk. Akibatnya, petugas bisa menuruni tangga dengan cepat, aman, dan tidak memakan banyak ruang.
6. Tandu Vakum (Vacuum Mattress)
Lebih lanjut, ini adalah tandu canggih berupa kasur berisi butiran khusus. Saat korban dibaringkan, udara di dalam kasur akan disedot keluar.
- Fungsi: Alhasil, kasur akan mengeras dan mencetak bentuk tubuh korban secara sempurna. Tandu ini memberikan perlindungan paling maksimal selama perjalanan jauh menggunakan ambulans di jalanan yang berbatu atau rusak.
7. Tandu Darurat (Improvised Stretcher)
Terakhir, ini bukanlah produk pabrikan, melainkan tandu buatan dari benda-benda di sekitar saat alat medis tidak tersedia.
- Fungsi: Misalnya, Anda bisa menggunakan dua batang bambu yang disarungkan ke dalam jaket tebal. Ini adalah solusi darurat terakhir untuk segera menjauhkan korban dari area berbahaya (seperti titik api) menuju zona aman.
Fakta Penting
Meskipun perusahaan Anda sudah membeli tandu termahal sekalipun, alat tersebut hanyalah pajangan jika tidak ada staf yang tahu cara menggunakannya. Sebab, mengangkat korban ke atas tandu membutuhkan teknik medis khusus.
Kesimpulannya, memiliki peralatan evakuasi wajib diimbangi dengan ketersediaan personel tanggap darurat yang terlatih.
Kesimpulan
Pada akhirnya, Undang-Undang mewajibkan setiap tempat kerja untuk memiliki fasilitas P3K beserta petugas medis tersertifikasi di dalamnya.
Hubungi Sertifikasi Indonesia sekarang! Oleh sebab itu, jangan tunggu sampai terjadi kesalahan evakuasi yang berujung pada tuntutan hukum. Bersama mitra resmi kami Veritrust Academy (PJK3 Resmi Kemnaker RI), kami secara rutin menyelenggarakan Pelatihan & Sertifikasi Petugas P3K (First Aid) tingkat nasional.
Tim Anda akan dilatih langsung oleh praktisi medis profesional mengenai teknik resusitasi jantung paru (CPR), pembidaian, hingga evakuasi tandu yang benar. Amankan kuota pelatihan untuk staf Anda bulan ini dan ciptakan lingkungan kerja yang benar-benar siaga!
Baca juga: Jangan Salah Beli! Ini 4 Jenis APAR dan Fungsinya

