Pernahkah Anda melihat pekerja di atas gedung pencakar langit? Tentu saja, pemandangan ini sangat mendebarkan. Faktanya, bekerja di ketinggian memiliki risiko kematian yang sangat fatal.
Namun, banyak pekerja proyek meremehkan potensi bahaya jatuh ini. Sebab, mereka merasa sudah terbiasa memanjat tanpa alat pengaman. Padahal, satu kesalahan kecil bisa merenggut nyawa seketika.
Oleh karena itu, pemerintah mewajibkan lisensi khusus untuk pekerjaan ini. Jadi, bagi Anda praktisi proyek, perhatikan aturan ini baik-baik. Selanjutnya, mari kita kupas tuntas apa itu TKBT di dunia K3!
Pengertian: Apa Itu TKBT?
Pertama-tama, mari kita pahami kepanjangan dari istilah konstruksi ini. TKBT adalah singkatan dari Tenaga Kerja Bangunan Tinggi.
Secara sederhana, ini adalah lisensi resmi untuk pekerja di ketinggian. Faktanya, sertifikat keselamatan ini dikeluarkan langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Misalnya, pekerja pembersih kaca gedung bertingkat wajib memiliki lisensi ini.
Dengan demikian, tingkat kecelakaan fatal akibat jatuh bisa dicegah total. Kesimpulannya, TKBT adalah pelindung utama para pekerja konstruksi atas.
3 Fungsi Utama Memiliki Lisensi TKBT
Di sisi lain, pelatihan ini tidak hanya soal selembar kertas. Berikutnya, inilah 3 fungsi utama memiliki lisensi TKBT di lapangan:
1. Memahami Teknik Penggunaan Alat Keselamatan
Pertama, pekerja akan diajarkan cara memakai perlengkapan dengan benar. Faktanya, memasang sabuk pengaman tubuh (full body harness) sangatlah rumit. Kesimpulannya, pekerja tidak akan salah mengaitkan tali pengaman saat memanjat.
2. Mampu Melakukan Penyelamatan Darurat
Kedua, keadaan darurat bisa terjadi di atas tower kapan saja. Sebab, rekan kerja bisa saja pingsan akibat cuaca panas ekstrem. Oleh karena itu, pekerja dilatih untuk mengevakuasi korban dengan sangat aman.
3. Meningkatkan Nilai Jual Pekerja Proyek
Ketiga, lisensi ini sangat dicari oleh kontraktor besar nasional. Contohnya, perusahaan raksasa hanya mau merekrut tukang yang bersertifikat resmi. Dengan demikian, gaji pekerja berlisensi pasti akan jauh lebih tinggi.
Fakta Penting: Wajib Diikuti Semua Sektor!
Sementara itu, aturan ini tidak hanya berlaku untuk kuli bangunan saja. Pekerja di sektor telekomunikasi (pemanjat BTS) dan pertambangan juga wajib memilikinya.
Sebab, hukum mewajibkan pengamanan ekstra untuk area kerja di atas 1,8 meter. Oleh karena itu, perusahaan dilarang mempekerjakan staf tanpa sertifikat pelatihan ini.
Kesimpulan: Awasi Proyek dengan Ahli K3 Umum!
Pada akhirnya, keselamatan pekerja di ketinggian adalah tanggung jawab penuh perusahaan. Anda tidak boleh membiarkan mereka bekerja tanpa pengawasan ahli.
Hubungi Sertifikasi Indonesia sekarang! Oleh sebab itu, pastikan proyek Anda diawasi oleh profesional bersertifikat. Segera sekolahkan staf pengawas lapangan Anda ke Veritrust Academy (PJK3 Resmi Kemnaker RI).
Kami secara rutin menyelenggarakan kelas Pelatihan Ahli K3 Umum (AK3U). Lulusan kelas ini memiliki wewenang sah untuk merancang JSA bagi para pekerja TKBT. Akhirnya, amankan kuota pelatihan AK3U bulan ini dan cegah kecelakaan fatal di proyek Anda!
Baca juga: Sering Tertukar! Ini Beda Teknisi dan Ahli K3 Listrik

